Minggu, 30 Agustus 2009

PURE BINARY NETWORKING


PURE BINARY NETWORKING

Pengantar

Booklet ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada pembaca tentang suatu strategi pembangunan network untuk beraktivitas sebagai pelaku multi level marketing (MLM). Sasarannya adalah terbangunnya keyakinan para pembaca bahwa MLM itu suatu sistem pemasaran yang netral. MLM dapat digunakan untuk tujuan baik, dengan hasil yang jauh lebih baik dibanding sistem pemasaran konvensional (retail); tetapi dapat pula untuk tujuan buruk, seperti pada money game, arisan berantai dan lain-lain bentuk bisnis yang meniru atau berkedok MLM.

WFBC dengan mlmology ini ingin berbagi tentang bisnis MLM yang lebih bersifat sebagai 'belanja bersama' bukan sebagai penjual eceran atau penjual keliling. WFBC juga bukan pengumpul produk MLM sebagai akibat beraktivitas sebagai member MLM yang mewajibkan anggotanya untuk 'tutup poin'. MLM yang dijalankan WFBC adalah sistem MLM yang transparant (dalam hitungan bonus), terbuka (siapapun dapat bergabung), keanggotaan berlaku selamanya, berkeadilan (mengedepankan kepentingan member), menghargai kreativitas dan rasionalitas setiap member dalam membangun mengembangkan jaringan masing-masing.

Siapapun dapat bergabung bersama kami di WFBC tanpa memandang segala macam atribut sosial di masyarakat umum. WFBC juga tidak memandang jenjang dan status dalam jaringan bisnis masing-masing. Hanya ada satu status di WFBC, yaitu ANGGOTA. WFBC juga hanya punya satu semboyan tentang MLM, yaitu: "Setiap member MLM hanya dapat mencapai sukses dengan syarat menjalankannya dengan tidak berhenti. Terimakasih

Apakah MLM itu?

MLM adalah salah satu cara penjualan langsung (direct selling). Penjualan langsung adalah cara pemasaran (perdagangan) yang sudah dipraktikkan sejak jaman kuna. Cara berdagang dalam kabilah-kabilah seperti bangsa Arab dan Mongolia jaman dahulu adalah contoh penjualan langsung. Cara yang lebih tua lagi adalah barter (pertukaran barang), yang dalam cara ini siapa pembeli dan siapa penjual tidak jelas bedanya. Yang jelas pada sistem penjualan langsung, proses jual-beli berlangsung antara orang ke orang (man to man transactioan).

Sesungguhnya, setiap aktivitas ekonomi merupakan sistem pemasaran dengan cara penjualan langsung, setidaknya dalam memasarkan potensi diri sendiri. Produk utamanya adalah keterampilan dan keahlian. Sebagai contoh, seorang guru menjual kebiasaannya dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan keterampilannya kepada para murid. Para buruh, pegawai, dokter, tentara, polisi dan lain-lain profesi sebenarnya adalah usaha 'menjual diri' kepada konsumen masing-masing. Suatu usaha ekonomi yang tidak termasuk ke dalam usaha ini adalah 'mengamen', sebab pengamen sebetulnya tidak memiliki konsumen. Bilai yang diberikan kepada pengamen, tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh darinya. Kenapa? Karena pengamen adalah usaha diluar kompetensi.

Perbedaan sistem MLM dengan sistem penjualan langsung yang lain setidaknya meliputi 4 hal pokok, yaitu:
adanya komunikasi interaktif antara penjual dan pembeli tentang kualitas produk yang diperjual-belikan
pengetahuan penjual MLM atas produk umumnya lebih baik dibandingkan sistem penjualan langsung lainnya
jenis komisi (bonus) yang diterima oleh pelaku MLM bukan hanya berupa rabat penjualan, melainkan juga reward atas prestasi pengembangan jaringan
omset penjualan merupakan omset jaringan

Beragamnya bonus dan berjenjangnya status seseorang pelaku MLM dalam jaringan, menyebabkan cara ini disebut dengan multi level marketing. Pelaksanaan MLM adalah berupa penggabungan dua macam komoditas, yaitu produk perusahaan MLM dan jasa pelayanan untuk memuaskan konsumen dan pelanggan.

Berhubung masyarakat sekarang sangat kompleks dan berjumlah banyak, maka dalam MLM meskipun disebut sebagai sistem penjualan langsung, para pelaku (dikenal dengan istilah distributor atau member) dalam memperoleh produk dari perusahaan tidak dapat langsung, melainkan melalui suatu jaringan pendukung sistem, yang disebut dengan sponsor. Kadang-kadang sponsor juga tidak bisa langsung memperoleh produk dari perusahaan, melainkan perlu satu pos penjualan besar yang disebut sebagai 'agen' atau 'stockiest'. Dengan demikian bentuk jaringan MLM pada umumnya adalah seperti yang terlihat pada gambar berikut:



MLM vs Retail

Seperti telah dijelaskan, MLM termasuk ke dalam sistem pemasaran dengan cara penjualan langsung. Jika penjualan dilakukan sekaligus oleh produsen, maka MLM haruslah lebih efisien dibandingkan dengan sistem penjualan eceran (retail). MLM mengelminasi biaya promosi, biaya pergudangan, dan biaya distribusi produk. Oleh karena itu, harga akhir produk spenuhnya ditentukan oleh biaya produksi ditambah dengan keuntungan 'penjualan'.

Dalam kenyataannya, harga produk dalam setiap sistem penjualan umumnya ditentukan sekitar 2 kali lipat biaya produksi. Keuntungan jaringan penjualan adalah 50% harga akhir dikurangi biaya-biaya promosi dan distribusi serta pergudangan. Hampir keseluruhan keuntungan dinikmati oleh perusahaan dan jaringan pasarnya. Padahal secara nyata perusahaan (jika ia adalah produsen) sudah memperoleh untung dari ongkos produksi (manufactural fee).

Pada sistem pemasaran MLM, produsen dapat dikatakan tidak terlibat sama sekali dalam jaringan pemasaran. Produsen semata-mata hanya menyediakan produk untuk dipasarkan oleh perusahaan MLM dengan seluruh anggotanya. Jadi, keuntungan perusahaan dan jaringannya meliputi 50% harga produk untuk member. 

Pure Binary Network Building (Membangun Jaringan Biner Murni)

PURE BINARY NETWORK BUILDING, merupakan strategi merekrut dan mengatur anggota jaringan untuk berbisnis MLM yang stabil, aktif dan efisien. Karakter sistem biner murni ini meliputi
Pekerjaan yang ringan dalam pengembangan jaringan karena modal minimalnya hanya merekrut dua frontlines aktif yang masing-masing diletakkan di kaki kanan dan kiri. Kemudian setiap frontline hanya melakukan duplikasi (melakukan hal yang sama) upline dan seterusnya.
Satu-satunya syarat keberlangsungan binary network adalah adanya repeat order dari 2 frontlines dan jaringan ke bawahnya.
Hubungan antar manusia yang rumit disederhanakan agar dapat dijadikan modal atau aset dalam berbisnis MLM yang efisien, efektif dan berkeadilan. (upline wajib melimpahkan anggota baru rekrutannya kepada downline terbawah yang belum berkaki atau belum lengkap kakinya agar perkembangan jaringannya serasi)

Jaringan biner untuk MLM memungkinkan dihilangkannya status (level), jenjang bonus dan tutup-poin. Ini dapat dilakukan jika jaringan yang menggunakannya menghitung bonus member semata-mata pada ada tidaknya transaksi jaringan dan bonus diberlakukan sama besar (tidak berjenjang).Apabila jaringan dapat berkembang menambah jumlah member (unit yang dikelola), maka otomatis akan langsung menambah omset penjualan.

Dengan sifat-sifat diatas, maka laju perkembangan binary network akan berbanding lurus dengan komitmen anggota jaringan dan aktivitasnya. Komitmen dan aktivitas anggota ditentukan oleh antusiame anggota dalam mencapai tujuan bersama jaringan. Oleh karena itu, tujuan jaringan haruslah sederhana dan mengena. Berhubung MLM adalah sistem pemasaran, maka tujuan anggota adalah suksesnya 'penjualan', bukan untuk tujuan yang lain-lain. Oleh karena itu, pada sistem binary biasanya tidak ada 'iming-iming' penghasilan lain yang tidak terkait dengan 'omset' penjualan. Tujuan utama bisnis MLM dengan sistem binary adalah penghasilan dalam bentuk cash. Tentunya penghasilan itu haruslah lebih besar, lebih pasti, dan lebih cepat dibayarkan dibanding dengan sistem-sistem lain, karena dibayarkan tanpa syarat lain, kecuali terjadinya transaksi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar