Rabu, 10 Maret 2010

SEPUTAR GANGGUAN KESEHATAN DAN FENOMENA ELEKTROMAGNETIK

Dewasa ini banyak sekali orang mengalami penurunan fitalitas psikis dan terutama fisik dikarenakan pola hidup yang kurang tepat. Olah raga mulai banyak ditinggalkan dan konsumsi makanan dan minuman cepat saji yang merupakan pilihan, menyebabkan penurunan fungsi tubuh dan semua itu memicu berbagai macam penyakit.
MIGRAIN, VETIGO, ASAM URAT, DARAH TINGGI, STROKE, DIABETES sampai KANKER sepertinya bukan penyakit yang aneh lagi bagi telinga kita. Pengentalan darah yang mengakibatkan lambatnya aliran darah menyebabkan juga penurunan suplai oksigen dan nutrisi-nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak. Semua itu menyebabkan menurunnya fungsi organ-organ tubuh dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

Fenomena ini ditambah dengan munculnya gelombang radiasi elektromagnetik yang berlebihan yang dihasilkan oleh teknologi listrik dalam kurun waktu kurang lebih 100 tahun terakhir. Pada dasarnya teknologi listrik yang notabene menghasilkan elektromagnetik tersebut banyak membawa kemajuan dalam hal teknologi dan banyak menciptakan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan manusia. Tapi, banyak orang tidak mengetahui efek negatif dari gelombang radiasi energi elektromagnetik yang berlebihan itu sendiri.


Bumi dimana kita tinggal, ternyata mengandung ion negatif dengan putaran berlawanan arah jarum jam. Manusia serta mahluk hidup yang ada di bumi juga mengandung ion negatif, sama seperti bumi itu sendiri.

Apa hubungannya dengan elektromagnetik itu sendiri?

Sumber energi magnetik jauh dari galaxy yang sangat jauh.(matahari menyinari kita dngan medan magnet). Bumi kita (magnet alam terbesar mengandung ion negatif) adalah sumber terbesar elektromagnet dengan ujung tiang utara dan selatan,yang melindungi kita dari bahaya radiasi cosmic.Radiasi cosmic mampu menembus ketebalan sampai 12 ft dinding tebal tetapi tidak bisa menembus bagian yang terlindung oleh medan magnet.


Ternyata, gelombang radiasi elektromagnetik yang dihasilkan listrik mengandung ion positif dengan putaran searah jarum jam. Putaran dari gelombang elektromagnetik dari listrik yang searah jarum jam tersebut sangat mempengaruhi mahluk hidup terutama manusia yang ber-ion negatif (berlawanan arah jarum jam). Ion positif elektromagnetik tersebut memperlambat putaran ion negatif mahluk hidup (manusia) yang menyebabkan juga penurunan vitalitas secara psikis maupun fisik.

Banyak sekali fenomena penurunan kesehatan bagi orang yang tinggal di bawah saluran listrik tegangan tinggi (SUTET), penggunaan handphone yang berlebihan, penggunaan alat-alat listrik yang berlebihan di dalam rumah, bekerja dalam lingkungan yang banyak menggunakan listrik (studio dll..). Semua itu sudah banyak membuktikan akibat pengaruh buruk dari gelombang radiasi elektromagnetik.























Beberapa bukti radiasi berbahaya terpancarkan dari jalur listrik tegangan tinggi, TV, radio, computer, microwave dan peralatan elektronik lainnya yang semuanya itu ternyata mengandung ion positif. Biasanya 60 putaran elektromagnetik akan berakibat langsung pada tingkat stress pada manusia.Di laporkan bahwa akibat dari radiasi akan menimbulkan hilangnya ingatan ,sakit kepala,perubahan pada detak jantung dan produksi melatonin darah akan berkurang serta signal elektromagnetik bisa tertutup,kemampuan penyembuhan dalam tubuh menipis atau bahkan tidak berfungsi sama sekali seiring dengan terakumulasinya tingkat radiasi dalam tubuh.


Pada saat ini tingkat kehilangan energy dalam tubuh sangat tinggi disebabkan oleh menjamurnya gedung – gedung pencakar langit yang memaksa kita hidup didalamnya adalah penyumbang besar negative efek(akumulasi ion positif yang bersifat merusak apabila tidak dimbangi dengan supply ion negative) pada tubuh manusia.

Rabu, 03 Maret 2010

Kisah Wortel, Telur, dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

Selasa, 02 Maret 2010

Lepaskan Tali Penambat Perahu Anda dan Berlayarlah

Hidup kita diibaratkan sebuah perahu, yang terbuat dari kayu terbaik, dilengkapi dengan alat-alat komunikasi yang lengkap, layar yang gagah dan dengan kompas penunjuk arah. Nah, demikian juga diri kita diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat, talenta serta kemampuan yang luar biasa oleh Allah dan diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalani perahu kehidupan kita secara baik dan benar. Kesejatian hidup kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai, menghalau gelombang dan menemukan pantai harapan kebahagiaan kita dan keselamatan hidup abadi.

Namun sehebat apapun perahu, yang dbuat dari kayu yang bermutu tinggi, dilengkapi layar yang bagus dan peralatan yang canggih, tidak ada gunanya bila hanya di tambat di dermaga. Artinya, kita sudah diberi akal budi/otak, hati nurani, kemampuan, talenta yang khas oleh Tuhan bagi setiap orang, tapi itu tidak pernah dikembangkan, diberdayakan, malas untuk melakukan sesuatu, dan tidak menggunakannya dengan baik untuk kebahagaiaan diri dan sesama, maka kita seperti perahu yang ditambat, tidak bisa berkembang, jalan di tempat. Dermaga adalah tempat Anda memulai hidup Anda, dan bisa juga diartikan sebagai masa lalu Anda. Tali penambat itu adalah kemalasan, ketakutan, dan penyesalan Anda, kecemasan-kecemasan, kekecewaan-kekecewaan, luka-luka batin yang belum disembuhkan, yang sering menghambat kita untuk memulai melakukan sesuatu dan berjuang untuk keluar dari masa lalu kita.

Saudara-saudariku, jangan buang waktu dan energi untuk selalu memikirkan masa lalu Anda, kekuatiran hidup Anda. Jangan menyia-nyiakan segala kemampuan, kesempatan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Lepaskan tali kemalasan Anda, lepaskan ikatan kekuatiran dan ketakutan yang membelenggu Anda, lepaskan segala pikiran-pikiran yang menghambat Anda untuk maju. Jangan biarkan diri Anda tertambat dalam kecemasan, kekuatiran dan penyesalan masa lalu Anda. Berlayarlah, lakukan sesuatu yang berguna bagi hidup Anda dan keluarga Anda, serta apa yang Anda impikan dalam hidup ini. Aktifkanlah segala kemampuan dan talenta dalam diri Anda, gunakanlah segala potensi diri dan bantuan orang-orang di sekitar Anda dan ciptakanlah segala yang baik dalam hidup Anda demi kebahagiaan Anda dan sesama.

Ingat bahwa, yang memisahkan perahu dan pantai impian Anda, adalah angin badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan Anda dengan kebahagiaan dan keselamatan adalah tantangan, cobaan/godaan yang Anda hadapi dalam hidup ini, masalah-masalah yang selalu menggerogoti pikiran Anda, tawaran-tawaran duniawi yang bisa memisahkan Anda dari Sang Tujuan hidup Anda. Sebenarnya, di sinilah kemampuan, martabat/harga diri dan kesejatian hidup Anda diuji oleh Tuhan. Hakekat perahu adalah terus berlayar menembus rintangan mencapai pulau yang dituju. Dan hakekat hidup kita adalah berkarya, dan melakukan kebaikan agar kita bisa menemukan kebahagiaan. Jangan lupa sertakan Tuhan selalu dalam pelayaran hidup Anda, karena bersama DIA, dan melalui DIA, kita akan mendapat pertolongan, diarahkan pada yang tujuan yag benar, serta dibawa kepada jalan kebahagiaan dan keselamatan. Tuhan mencintai Anda dan DIA mau agar Anda mengembangkan diri Anda secara baik demi kehabagiaan hidup Anda dan sesama. Cintailah dan hargailah hidup Anda.